Selasa, 15 September 2020

KONSEP DASAR SUKU BANGSA

hallo teman teman, apakah kalian masih belum tahu apakah itu konsep dasar suku bangsa?



Kalau kalian masih belum tahu yuk simak artikel ini. Dimulai dari pengertiannya dulu, supaya kamu paham nanti di penjelasan berikutnya😉.


  • Pengertian Suku Bangsa
                            Suku bangsa adalah keputusan yang diambil sekelompok atau sekumpulan manusia untuk hidup bersama, yang biasanya dilandasi adanya persamaan budaya, etnis, sejarah, dan idiologi.

Ada pula beberapa definisi suku bangsa menurut berbagai sumber dan para ahli sebagai berikut.

A. Menurut Wikipedia

                            Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasi dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis.

B. Menurut KBBI

                            Suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa.

C. Menurut Ensiklopedia Indonesia

                       Suku bangsa adalah merupakan kelompok sosial di dalam sistem sosial atau kebudayaan yang memiliki arti atau kedudukan tertentu yang di dapat karena adanya garis keturunan, adat, agama, bahasa, dan lain sebagainya. Anggota pada kelompok etnik dapat memiliki kesamaan di dalam hal sejarah atau keturunan, bahasa (yang sering di gunakan ataupun tidak), sistem nilai, adat istiadat dan juga tradisi.

D. Menurut Perspektif Teori Situasional

                    Suku merupakan suatu hasil yang terbentuk dari pengaruh yang berasal dari luar kelompok. Faktor luar yang mempengaruhi etnisitas adalah klonialisme. Kolonialisme adalah yang memiliki kepentingan administrative pemerintah kolonial yang telah mengkotak-kotakkan warga daerah jajahan masuk kedalam kelompok-kelompok etnis dan ras. Untuk yang selanjutnya sisa dari warisan colonial itu akan terpakai hingga sekarang.

E. Menurut Koentjaraningrat

                        Suku bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kesatuan dalam budaya dan terikat oleh kesadarannya akan identitasnya tersebut. Kesadaran dan identitas yang di miliki biasanya di perkuat dengan kesatuan bahasa.

F. Menurut Frederick Barth

                     Suku adalah berupa himpunan manusia karena adanya kesamaan res, agama, asal-usul bangsa ataupun merupakan kombinasi dari kategori yang masuk terikat pada sistem nilai budaya.

G. Menurut Hasan Shadily MA

                    Suku bangsa adalah merupakan segolongan rakyar yang di anggap memiliki hubungan biologis.

H. Menurut John W. Santrock (dalam Santrock, 2003).

                    Suku bangsa adalah  budaya, karakteristik  suatu kewarganegaraan, atas ras, bahasa dan agama.

I. Menurut Webster’s  New  Collegiate  Dictionary (dalam Webster, 1976)

                        Suku bangsa adalah sekelompok orang  yang  memiliki kesamaan tradisi dan biologis.

J. Menurut Frederick Brath dan Eriks Wolf

                Suku bangsa adalah tanggapan terhadap etnisitas keanekarangan sebagai perwujutan interaksi kelompok.

K. Raroll

                    Suku bangsa adalah persatuan suatu penduduk yang memiliki kesamaan rasa sehingga menyebabkan munculnya identitas diantara warga negaranya.


  • Konsep Dasar Suku Bangsa

Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Kesadaran dan identitas tersebut diperkuat akan kesatuan bahasa yang digunakan, serta dengan kesatuan kebudayaan yang timbul karena suatu ciri khas dari suku bangsa itu sendiri bukan karena pengaruh dari luar. Kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat berwujud sebagai komunitas desa, kota, kelompok kekerabatan, atau kelompok adat lainnya yang memunculkan ciri khas dari masyarakat tersebut.
Dalam kenyataannya konsep suku bangsa sangatlah kompleks, karena dalam kenyataan batas dari kesatuan manusia yang merasakan diri terikat akan keseragaman kebudayaan tersebut dapat meluas maupun menyempit tergantung situasi dan kondisi pada saat itu. Menurut para ahli antropologi selain meneliti besar-kecilnya jumlah penduduk dalam kesatuan masyarakat suku bangsa, mereka juga membedakan kesatuan masyarakat suku-suku bangsa di dunia berdasarkan atas kriteria mata pencaharian dan sistem ekonomi, yaitu
·                   Masyarakat pemburu dan peramu (hunting and gathering societies),yang pada masa kini sudah jarang ditemui. Mereka biasanya tinggal di daerah-daerah yang terisolasi di daerah-daerah pinggiran atau terpencil.
·                   Masyarakat peternak (pastoral societies), kini biasanya mereka tinggal di daerah yang masih ada stepa atau sabana atau daerah rumputan. Kehidupan suku-suku bangsa peternak sangatlah mobilisasi, karena mereka selalu berpindah-pindah tergantung musim-musim yang sedang berlangsung dengan membuat perkemahan dan biasanya mereka bersifat sangat agresif.
·                   Masyarakat peladang (societies of shifting cultivators), dalam kehidupannya mereka membuka hutan untuk dijadikan lading dan bila sudah memanen dua sampai tiga kali, mereka meninggalkan ladang tersebut kemudian membuka lading lagi di hutan lainnya. Keadaan ini berlangsung sampai ke ladang yang pertama kali mereka buka yaitu sekitar 12 sampai 13 tahun lamanya dan biasanya mereka sudah menetap.
·                   Masyarakat nelayan (fishing communities), mereka hidup di sepanjang pantai, hal ini dilakukan agar memudahkan mereka bila akan melaut untuk mencari ikan di laut. Kebudayaan nelayan biasanya mereka mengetahui teknologi pembuatah perahu, cara-cara navigasi di laut, memiliki oraganisasi sosial yang dapat menampung sistem pembagian kerja dan lain-lainnya.
·                   Masyarakat petani pedesaan (peasant communities), merupakan komunitas paling besar di dunia dan kebudayaan yang berkembang biasanya berorientasi terhadap kebudayaan dari otoritas yang lebih tinggi yaitu perkotaan administratif.
·                   Masyarakat perkotaan kompleks (complex urban societies), di dalamnya akan terjadi gejala hubungan interaksi antar suku-suku bangsa yang ada di kota besar. Dan biasanya akan menimbulkan masalah dengan adanya hubungan antar suku-suku bangsa tersebut. 



                            Sekian penjelasan apabila ada kesalahan dan belum jelas mohon dimaklumin karena saya juga masih butuh banyak belajar. Tinggalkan komentar untuk memberi kritikan dan saran ya teman teman:).

0 komentar:

Posting Komentar